Russian President Vladimir Putin listens to a journalists question during a joint news conference with Hungarys Prime Minister Viktor Orban following their talks in the Kremlin in Moscow, Russia, Tuesday, Feb. 1, 2022. Putin says the U.S. and its allies have ignored Russias top security demands. In his first comments on the standoff with the West over Ukraine in more than a month, Putin said Tuesday that the Kremlin is still studying the U.S. and NATOs response to the Russian security demands received last week. (Yuri Kochetkov/Pool Photo via AP)

Presiden Rusia Vladimir Putin mendukung rencana untuk mengizinkan para relawan, termasuk dari luar negeri, untuk bertempur di Ukraina. Otoritas Rusia mengklaim belasan ribu relawan bertekad untuk bergabung dalam apa yang disebut ‘operasi militer khusus’ di wilayah Ukraina.

Seperti dilansir AFP, Jumat (11/3/2022), persetujuan itu diberikan Putin dalam rapat dewan keamanan Rusia pada Jumat (11/3) waktu setempat. Putin telah mengirimkan puluhan ribu tentara Rusia ke Ukraina dalam invasi militer yang dimulai sejak 24 Februari lalu.

“Jika Anda melihat ada orang-orang yang ingin (membantu separatis di Ukraina Timur) secara sukarela, maka Anda perlu menerima mereka dan membantu mereka bergerak ke zona pertempuran,” ucap Putin kepada Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dalam rapat dewan keamanan itu.

Buku Mimpi

Menurut Shoigu, ada lebih dari 16.000 relawan yang telah mengajukan permintaan untuk bergabung dalam operasi militer Rusia. Disebutkan juga bahwa sebagian besar relawan itu berasal dari kawasan Timur Tengah.

“Mengenai pasokan senjata, khususnya buatan Barat, yang berakhir di tangan pasukan Rusia, tentu saja saya mendukung kemungkinan untuk mentransfernya kepada unit militer DNR dan LNR,” tutur Putin merujuk pada dua wilayah separatis, Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Luhansk, di Ukraina bagian timur.

Dalam pernyataannya, Putin juga memerintahkan Shoigu untuk mempersiapkan laporan terpisah tentang penguatan perbatasan barat Rusia ‘dalam kaitannya dengan tindakan yang diambil negara-negara NATO ke arah ini’.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia untuk pertama kalinya mengkonfirmasi bahwa tentara wajib militer (wamil) termasuk di antara personel militer yang terlibat dalam invasi Rusia ke Ukraina.

Buku Mimpi

Dilansir dari Radio Free Europe Radio Liberty, Kamis (10/3) yang mengutip pemberitaan media-media Rusia, TASS dan The Moscow Times, konfirmasi itu disampaikan oleh juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov.

Konashenkov mengatakan pada Rabu (9/3) waktu setempat, bahwa “beberapa wajib militer” telah ditangkap oleh angkatan bersenjata Ukraina. Dia menambahkan bahwa “hampir semua wajib militer” kini telah ditarik dari wilayah Ukraina.

Konfirmasi itu mementahkan penegasan pejabat-pejabat tinggi Rusia, termasuk Putin, yang bersikeras bahwa tidak ada tentara wamil yang terlibat dalam invasi ke Ukraina. Ditegaskan bahwa hanya tentara yang bertugas berdasarkan kontraklah yang bertempur di Ukraina.

Baca juga: Polisi: Gangster Serang Warga di Depok Demi Unjuk Kekuatan Kelompok


1 Comment

Demokrat Heran Ibas Salurkan 16 Ribu Liter Minyak Goreng Jadi Heboh - Origami · March 11, 2022 at 12:26 pm

[…] Baca juga: Putin Setuju Kirim Relawan untuk Bertempur di Ukraina […]

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published.