Penemuan kerangkeng yang berisi sejumlah warga di rumah Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin gegerkan publik. Ini penampakannya.

Polda Sumatera Utara (Sumut) melakukan pembongkaran terhadap kuburan diduga korban tewas akibat kekerasan kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin-angin. Polisi menyebut salah satu korban yang tewas itu baru empat hari berada di tempat tersebut.

“4 hari di dalam, kemudian meninggal dunia,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi kepada wartawan, Sabtu (12/2/2022).

Hadi mengatakan korban tersebut berinisial S, warga Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat. Pihaknya melakukan pembongkaran terhadap kuburan S. Kemudian, polisi juga membongkar kuburan korban lainnya berinisial A warga Sawit Seberang.

“Melakukan pembongkaran terhadap dua kuburan yang diduga meninggal dunia, di mana kedua orang ini adalah penghuni kerangkeng milik Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin-angin,” ucap Hadi.

Hadi menyebut untuk korban S diduga masuk ke kerangkeng itu pada Juli 2021. Empat hati setelah masuk kerangkeng lalu S meninggal dunia.

Buku Mimpi 2D

“Saat ini penyidik menggali untuk melengkapi penyidikan dan penyelidikan yang sudah dilakukan ditahap-tahap awal,” ujar Hadi.

Seperti diketahui, informasi terkait adanya keranggkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin ini mulai diketau saat KPK melakukan penggeledahan terkait kasus suap. Migrant Care yang mendapatkan informasi terkait hal ini kemudian membuat laporan ke Komnas HAM.

LPSK yang turut menggali informasi terkait hal ini menemukan dugaan adanya penghuni yang tewas karena dianiaya dalam kerangkeng itu. Selain itu, mereka menemukan adanya pembatasan terhadap penghuni untuk beribadah.

Kemudian, Kapolda Sumur Irjen Panca Putra kembali angkat bicara. Dia menyebut sudah 63 orang yang dimintai keterangan terkait kerangkeng.

“Yang jelas tim sudah memeriksa sampai saat ini kurang lebih ada 63 saksi,” sebut Panca.

Kemudian, Panca juga mengatakan ada enam orang korban yang diperiksa. Petugas mendapati adanya tanda penganiayaan dan juga cacat.

“Enam ada tanda penganiayaan sama cacat,” sebut Panca.

Terbit Rencana kini ditahan KPK. Dia telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap. Terbit Rencana diduga meminta fee dari paket-paket yang dibuat terkait pengerjaan proyek infrastruktur.

Baca Juga: Cerita Majikan Cari ART yang Dibunuh Kekasih: Dia Janji Pulang Minggu


1 Comment

Mona Heidari, Wanita Malang Iran Tewas Tragis Dipenggal Suaminya - Origami · February 13, 2022 at 4:13 am

[…] Baca juga: Polisi Ungkap ada Korban Tewas Usai 4 Hari Masuk Kerangkeng Bupati Langkat […]

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published.